Kerajaan Nagekeo Dibentuk Tahun 1919, Fusi Kerajaan Nageh dan Kerajaan Keo

Tahun 1909 pemberontakan Marilonga di Ende berhasil dilumpuhkan dan pada tahun 1910, Flores seluruhnya takluk kepada pemerintah kolonial Belanda

20 Oktober 2022, 21:36 WIB

Nusantarapedia.net, Jurnal | Sejarah — Kerajaan Nagekeo Dibentuk Tahun 1919, Fusi Kerajaan Nageh dan Kerajaan Keo

“Raja pertama Nagekeo bernama Roga Ngole. Setelah itu dia diganti oleh putra kandungnya Yosep Djuwa Dobe Ngole, yang memimpin kerajaan Nagekeo sampai tahun 1959. Pada tahun itu sudah ada keputusan dari pemerintah pusat tentang pembagian daerah administrasi negara.”

KERAJAAN Nage (Nageh) pusat pemerintahannya kala itu yang diketahui saat ini ialah Boawae. Boawae terletak di Pulau Flores, Kabupaten Nagekeo, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). Kerajaan Nage sudah ada abad ke-19.

Kerajaan Nagekeo dibentuk tahun 1919 oleh penggabungan Kerajaan Nage dan Kerajaan Keo.

Sejarah kerajaan Nagekeo, terutama sistem pemerintahannya, tidak terlepas dari pengaruh/campur tangan pemerintah kolonial Belanda kala itu. Pemerintah Hindia Belanda membentuk sistem pemerintahan baru yang sangat berbeda dengan sistem tradisional yang ada.

Sebelumnya, masyarakat hidup berkelompok dalam “ulu eko”, “ili woe”, “boa ola”, yang bersifat otonom dan tidak ada struktur yang lebih tinggi di atasnya. Namun, demi dan oleh kepentingan kolonial penjajahan Belanda, dibentuklah struktur baru di atasnya, yaitu “Zelfbesturende Lanschap” atau “ Landschap Bestuur” yang dipimpin oleh seorang “zelfbestuurder” atau raja yang diangkat oleh Belanda dari antara pemuka masyarakat setempat yang paling berpengaruh.

Terkait

Terkini