Anies Dibaca Dapat Tiket, Lantas Pilih AHY atau Khofifah? Bagaimana Jika Ganjar bahkan Puan?
- maka Koalisi Perubahan akan terus melakukan tes ombak dengan memasang-masangkan Anies dengan banyak tokoh. Tujuannya tentu untuk mengukur, kalkulasi, memainkan opini dan emosi publik -

Nusantarapedia.net, Jurnal | Polhukam — Anies Dibaca Dapat Tiket, Lantas Pilih AHY atau Khofifah? Bagaimana Jika Ganjar bahkan Puan?
“Maka, framing tersebut yang sebenarnya hanya siasat saja untuk tes ombak, siapa sebenarnya yang layak dijadikan cawapres. Maka publik pun biar mereka-reka nama cawapres Anies dari eksternal selain nama Aher (PKS), AHY (Demokrat) yang dari internal. Muncullah nama Khofifah Indar Parawansa, Andika Perkasa hingga Yenny Wahid.”
KOALISI Perubahan Indonesia yang terdiri dari partai Nasdem, Demokrat dan PKS, masing-masing telah sepakat mengusung Anies Baswedan sebagai calon presiden 2024.
Partai Demokrat pada Rabu, 25 Januari 2023 yang lalu, melalui Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), resmi sepakat dan mendukung Anies Baswedan menjadi bakal calon presiden (bacapres) 2024. Bahkan AHY mengajak para mitra koalisi untuk segera membentuk Sekretariat Perubahan.
Selanjutnya, partai PKS dengan telah melalui pencermatan dinamika politik yang berkembang, akhirnya menyatakan mendukung Anies Baswedan menjadi capres. PKS juga akan melaporkan hasill pembentukan Sekretaris Bersama kepada Rapat Majelis Syuro dan Rakernas PKS pada 24 Februari mendatang terkait hal ini.
Dengan demikian, syarat presidential threshold 20 persen suara di parlemen maupun 25 persen suara nasional untuk mengusung capres-cawapres pada Pilpres 2024 terpenuhi oleh gabungan/koalisi partai politik Koalisi Perubahan Indonesia.
Total kursi/suara Koalisi Perubahan Indonesia, sbb :
Koalisi NasDem, Demokrat, dan PKS ;
• Total Kursi DPR : 28,34% (163 kursi)
• Total Suara : 35.031.512 atau 25,03%
Suara dan Kursi Partai :
1) Nasdem
• Suara : 12.661.792 (9,05%)
• Kursi : 59/575X100 = 10,26%
2) Demokrat
• Suara : 10.876.057 (7,77%)
• Kursi : 54/575X100 = 9,39%
3) PKS
• Suara : 11.493.663 (8,21%)
• Kursi : 50/575X100 = 8,69%
Anggap saja koalisi tersebut tidak bubar di tengah jalan hingga 19 Oktober 2023-25 November 2023 untuk tahapan (jadwal) pendaftaran capres-cawapres, yang mana Pilpres akan digelar pada 14 Februari 2024. Diketahui bahwa sejak 14 Juni 2022, sudah dimulainya tahapan Pemilu 2024 oleh KPU melalui Peraturan KPU.
Secara politik, anggap saja Nasdem dengan mengusung Anies sebagai capres dibaca otomatis keluar dari kabinet. Dan anggap saja manuver Surya Paloh yang terus berkomunikasi dengan partai-partai lain sebagai dinamika politik plus dalam kalkulasi andai hanya ada dua kutub koalisi besar, misalnya poros Nasdem vs poros PDIP/Gerindra, dan atau bila tetap dengan 3 atau 4 poros koalisi capres, yaitu PDIP, Gerindra, Nasdem, KIB, dalam tujuan positioning. Artinya, Golkar, PAN, PPP, PKB akan kemana arahnya bila hanya ada dua kutub besar. Dengan demikian, semua parpol dengan kalkulasi yang sama, pun Surya Paloh.
Siapa Pendamping Anies
Sebelumnya, seolah-olah Anies diposisikan oleh Koalisi Perubahan sebagai capres yang diberikan otoritas untuk memilih calon wakil presiden. Di situ Anies dikesankan mencari figur cawapres yang telah berpengalaman di bidang pemerintahan (birokrasi).