Mengenal Perpustakaan Jakarta Cikini dan Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin di TIM

Dengan demikian, upaya mencerdaskan bangsa dengan terus menumbuh kembangkan pikiran-pikiran baru ala Nusantara harus di dasari pada landasan literasi dengan membaca buku. Buku tetaplah menjadi jendela ilmu pengetahuan yang terpercaya dan dasar.

13 Juli 2022, 20:26 WIB

Nusantarapedia.net, Jurnal | Pendidikan — Mengenal Perpustakaan Jakarta Cikini dan Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin di TIM

“Masyarakat Indonesia dan poros intelektual harus kembali menghidupkan dan menciptakan kembali budaya perbuku-an. Buku sebagai salah satu sumber informasi penting yang isi di dalamnya dapat dipertanggungjawabkan, karena telah melalui tahap verifikasi, resensi maupun buku berstandar ISBN.”

PADA Kamis, (7/7/2022) yang lalu Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meresmikan pembukaan Perpustakaan Jakarta Cikini dan Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin. Pembukaan tersebut berlangsung di area Perpustakaan Gedung Panjang Kawasan Taman Ismail Marzuki (TIM), Cikini, Jakarta Pusat.

Anies merevitalisasi menjadi Perpustakaan Jakarta Cikini berawal dari perpustakaan Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin yang sudah berdiri sejak 30 Mei 1977 di kawasan TIM, kala itu diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta Ali Sadikin.

Setelah dilakukan revitalisasi dan diresmikan, segala fasilitas yang berkaitan dengan layanan perpustakaan dan sistemnya telah dilakukan pembaharuan agar perpustakaan tersebut menjadi lebih baik dan menggeliat, yang mana tujuannya sebagai bagian dari pusat literasi di kota Jakarta sebagai salah satu rujukan sumber informasi berupa ilmu pengetahuan bagi masyarakat luas.

Perpustakaan ini sebagai Perpustakaan Jakarta Cikini dan Pusat Dokumentasi Sastra HB Jassin, sudah digabung menjadi satu kesatuan berupa gedung perpustakaan. Tentu fokusnya pada penyediaan berbagai jenis buku, selain fungsi lainnya untuk menggelar kegiatan pameran dan event.

Perpustakaan Jakarta Cikini ini, bila dikunjungi terasa nyaman dan menyenangkan. Di bagian depan gedung pengunjung disambut dengan pemandangan yang artistik. Material bangunan dari gabungan partikel kayu, kaca, dan material modern lainnya terasa sangat minimalis, modern dan estetik. Pada bagian ruang utama perpustakaan, nampak berderet buku-buku di tata dengan rapi di rak-rak lemari berbingkai motif kayu.

Untuk ruang baca juga sangat representatif, dilengkapi dengan AC (pendingin udara). Disediakan fasilitas colokan listrik untuk mengisi daya peralatan elektronik pengunjung seperti laptop dan smartphone.

Untuk memudahkan pengunjung melihat dan memilih koleksi buku, disediakan mesin katalog. Untuk proses peminjaman buku, nantinya pengunjung bisa memproses sendiri peminjaman buku dengan digital melalui komputer yang telah disediakan. Untuk koleksi bukunya, terdapat lebih dari 38.000 judul buku dan kurang lebih 190.000 eksemplar yang bisa dibaca.

Kenyamanan pengunjung diutamakan, karena gedung ini bertingkat dengan fasilitas seperti yang ada di lantai 4, 5, dan 6, maka fasilitas gedung dilengkapi dengan lift dan tangga berjalan (eskalator).

Di lantai 4 terdapat ruang bermain anak-anak, dengan dilengkapi ruangan khusus yang digunakan untuk story telling (mendengarkan cerita). Di bagian lantai 5 juga terdapat deretan buku-buku dengan fasilitas ruangan untuk acara podcast.

Selain fasilitas di atas, juga dilengkapi bilik privasi, bilik diskusi, dan ruang inklusi untuk penyandang disabilitas (difabel).

Terkait

Terkini