Pengging, Kerajaan Berselubung Misteri, Begini Penjelasannya (2)

23 Desember 2022, 12:51 WIB

Bila kita jalan-jalan ke Pengging, banyak sekali situs-situs peninggalan budaya dari masa ke masa. Untuk mengetahui Pengging secara komprehensif, datangi situs budaya di Pengging dalam daftar situs di bawah ini dari urutan keberlangsungan.

1) Situs Candi Alun-alun Pengging

Di dalam kawasan Pasar Pengging, yang saat ini telah dibangun menjadi Alun-alun Pengging, ditemukan puing candi mirip lingga dan yoni. Struktur dasar dari candi ini berukuran sekitar 10×10 meter. Lokasi candi saat ini telah diamankan dengan pendapa joglo di tengah Alun-alun Pengging.

Situs ini menguatkan teori bahwa Pengging telah berdiri semacam Kedatuan pada era Mataram Kuna atau masa Candi Prambanan.

2) Makam Sri Mangkurung/Makurung Prabu Andayaningrat


• Era Majapahit akhir
• Eyang Joko Tingkir

Terletak di Dusun Malangan, Desa Dukuh, Kecamatan Banyudono, Boyolali. Sekitar 3 kilometer dari Alun-alun Pengging

Terdapat empat nisan, yaitu kubur dari Ki Ageng Pengging Sepuh/Prabu Andayaningrat, istrinya Retno Pembayun, Kebo Amiluhur, dan Widuri putri dari Kebo Kanigoro.

3) Makam Kebo Kenongo/Ki Ageng Pengging II

Era Demak awal

• Ayah Joko Tingkir

Terletak di Dukuh Gedong, Desa Jembungan, Kec. Banyudono, Boyolali. Sekitar 2 kilometer dari Alun-alun Pengging.

)* Catatan:
• Untuk makam atau petilasan Kebo Kanigoro terletak di Selo, Boyolali.
• Makam atau petilasan Prabu Adiwijaya/Joko Tingkir berada di Desa Pringgoboyo, Kecamatan Maduran, Lamongan. Versi lain berada di Plupuh Sragen Jawa Tengah, bahkan ada di Kota Gede Yogyakarta.

4) Empu Supo

• Era akhir Majapahit - Demak Awal

Terletak di Dusun Gurung, Desa Dukuh, Kec. Banyudono, Boyolali. Sekitar 2,5 kilometer ke selatan dari Alun-alun Pengging.

5) Makam Raden Tumenggung Arya Padmanegara

• Era Mataram Kartasura (Pakubuwana I)
• Ayah Yosodipuro I

Terletak di padukuhan Geneng, Banyudono, Boyolali. Berjarak 2 kilometer dari Alun-alun Pengging. Di komplek makam ini terdapat umbul yang sangat besar, yaitu Umbul Kendat.

6) Komplek Umbul Pengging

• Digunakan sejak era Mataram Kuna
• Menjadi taman peristirahatan Pakubuwana X

Terletak di sebelah Alun-alun Pengging, dalam kawasan kota Pengging, Banyudono, Boyolali. Terdapat tiga mata air atau umbul, yaitu Umbul Duda/Jolotundo, Umbul Nganten, Umbul Ngabean. Dibangun oleh Pakubuwana X tahun 1893-1905.

7) Komplek Inti Alun-alun


• Makam Yosodipuro I (1783) dan Yosodipuro II, dibangun mulai era Pakubuwana IV (1788-1820)

• Masjid Ciptomulyo, Alun-alun Pengging, Umbul Sungsang, dibangun oleh Pakubuwana X tahun 1893-1905, sejaman dengan pembangunan kawasan Umbul Pengging. Di bangun dengan landscape khas Mataram Islam, yaitu “Catur Gatra Tunggal“.

Kawasan yang dibangun oleh Pakubuwana X secara keseluruhan adalah Pesanggrahan Ngeksi Purna, terdiri dari kompleks Umbul Pengging, Alun-alun Pengging, Astana Luhur makam Yosodipuro, Masjid Ciptomulyo, dan Sendang Sungsang. Letak pesanggrahan Ngeksi Purna yaitu kompleks Umbul Pengging.

Terletak di jantung kota Pengging, Banyudono, Boyolali.

)* Keberadaan Pondok Pesantren yang diasuh oleh Kyai Kalifah Syarif dari Bagelen, berlokasi di area inti pada jaman Raden Tumenggung Arya Padmanegara.

8) Krosteen (Pipo Londho)

Adalah cerobong asap “pabrik gula” atau industri lainnya peninggalan era Hindia Belanda tahun 1900-an.

Berada di Desa Bantulan, Jembungan, Kec. Banyudono, Boyolali. Kawasan tersebut saat ini menjadi pasar Pengging baru yang menggantikan pasar Pengging di Alun-alun.

Terkait

Terkini