Budaya “Katuranggan” para Pria Jawa

Katuranggan adalah ilmu budaya Jawa yang lebih spesifik mengenai sifat kebendaan, baik yang ada pada manusia atau hewan berdasarkan ciri fisiknya.

18 November 2021, 08:23 WIB

Konversi nilai katuranggan dalam garis waktu saat ini dengan rumusan sebagai berikut;

(1) Wisma, ditafsirkan sebagai ; kesadaran tata ruang.

(2) Wanita, kodrat penciptaan untuk berkeluarga, dengan mengacu pada standart Indeks Pembangunan Manusia Ideal.

(3) Turangga, sebagai moda transportasi, aktualisasi saat ini sadar akan ramah lingkungan, dengan kepunyaan mobil yang secukupnya.

(4) Kukila, sebagai hobby/lifestyle, saat ini berpotensi menumbuhkembangkan ekonomi.

(5) Curiga, diterjemahkan sebagai ilmu pengetahuan yang luas.

Demikian utamanya para Bapak-bapak, bahwa ukuran status sosial saat ini sudah berbeda dengan jaman dahulu era kolonialisme, hendaknya penghapusan gaya feodal itu mutlak.

Pada bagian ilmu pengetahuan, ilmu katuranggan sejatinya tidak jauh dengan ilmu psikologi yang mempelajari bidang gestur tubuh, mimik muka, algoritma, dan lainnya. Hal tersebut bukan klenik atau menghayal, namun ditemukan dari proses observasi yang panjang (niteni).

Kemunculan Kaum Halu, Antara Gangguan Jiwa dan Cari Sensasi
Primbon Komprehensif, 4 Tingkatan Hari Naas dan Cara Menghitungnya
Overthinking: Berfikir Berlebihan, Bukan Berarti Pemikir
Perempuan dan Kerentanan Gangguan Mental
Episentrum Mataram dalam Sumbu Imajiner

Terkait

Terkini