Bumil Ngidam, Haruskah Dituruti?
Mitos yang kuat beredar dan diyakini bahwa ngidam harus dipenuhi, jika tidak anak akan terlahir dengan keadaan sering ngeces (mengeluarkan air liur).
Nusantarapedia.net, Jurnal | Kesehatan — Bumil (Ibu Hamil) Ngidam, Haruskah Dituruti?
“Tentu, ngidam makanan yang tidak mengandung nutrisi dan gizi, bahkan mengandung zat-zat yang berbahaya, sangat perlu diabaikan. Ngidam kegiatan yang membahayakan juga harus diabaikan.”
Fenomena “ngidam” dialami sebagian besar ibu hamil (bumil). Keinginan mengkonsumsi makanan tertentu secara tiba-tiba ini dirasakan berbeda-beda setiap ibu hamil. Meskipun secara ilmiah belum diketahui secara pasti tetapi penyebabnya bisa diketahui.
Ngidam adalah fenomena unik, lucu, terkadang juga mengesalkan. Pernah mendengar ibu hamil menginginkan makanan tertentu yang sulit didapat atau menginginkan buah padahal tidak pada musimnya? Atau seorang suami yang dipaksa istrinya, dini hari mencari makanan dan harus mendapatkan demi mememenuhi hasrat ngidamnya.
Meskipun terdengar konyol, namun fenomena
ini sudah tentu bisa dijelaskan secara lebih meskipun memerlukan penelitian lebih lanjut.

Ada beberapa teori atau dugaan terkait penyebab ibu hamil ngidam seperti dikutip dari laman halodoc.com, yaitu:
1) Perubahan hormon
Ada teori yang menyatakan bahwa ngidam dapat terjadi akibat perubahan hormon dalam tubuh ibu hamil. Perubahan tersebut membuat indra penciuman dan perasa menjadi lebih sensitif. Hal inilah yang diduga menjadi penyebab ibu hamil tiba-tiba menyukai makanan yang sebelumnya tidak disukainya.
2) Kekurangan nutrisi
Ada juga teori yang menyatakan bahwa keinginan mengonsumsi sesuatu muncul akibat tubuh ibu hamil kekurangan nutrisi tertentu. Sebagai contoh, ibu hamil yang ngidam daging merah seperti burger, bisa menjadi pertanda bahwa tubuhnya kekurangan protein, kalium, atau natrium.
Jika ibu hamil ngidam makanan manis seperti es krim stroberi, kemungkinan itu adalah pertanda tubuhnya kekurangan glukosa. Jadi, ngidam tidak selalu disebabkan oleh makanan yang diinginkan, melainkan nutrisi yang terdapat di dalamnya.
3) Pengalihan
Ngidam juga diketahui dapat terjadi sebagai bentuk pengalihan ibu hamil dari makanan atau minuman yang biasa dikonsumsinya, tetapi dapat membahayakan kehamilan. Alhasil, ibu hamil perlu membatasi atau tidak mengonsumsi sama sekali makanan atau minuman tersebut.
Sebagai gantinya, ibu hamil akan mencari jenis makanan atau minuman lain yang lebih sehat, tetapi memiliki rasa atau tekstur yang kurang lebih sama.
Namun, sejauh ini belum ditemukan fakta ilmiah yang bisa menjelaskan fenomena ngidam secara detail. Jika memiliki keinginan kuat untuk mengonsumsi benda-benda yang lazimnya tidak dapat dimakan, seperti pasta gigi atau bahkan krayon, sebaiknya konsultasikan ke dokter mengenai keluhan tersebut.
Mitos yang kuat beredar dan diyakini bahwa ngidam harus dipenuhi, jika tidak anak akan terlahir dengan keadaan sering ngeces (mengeluarkan air liur).

Lantas, Apakah Ngidam Sebaiknya Dituruti atau Diabaikan?
Ada baiknya keinginan ngidam perlu dipenuhi. Tujuannya agar hati dan perasaan bumil puas dan senang. Namun, banyak hal yang perlu diperhatikan. Apakah dengan memenuhi hasrat ngidam itu, akan menyusahkan orang lain, atau justru hal yang diinginkannya itu mengandung bahaya yang berisiko terhadap kehamilannya.
Tentu, ngidam makanan yang tidak mengandung nutrisi dan gizi, bahkan mengandung zat-zat yang berbahaya, sangat perlu diabaikan. Ngidam kegiatan yang membahayakan juga harus diabaikan. Misalnya; ngidam ingin melakukan panjat tebing atau olah raga yang menguras fisik lain.
Bumil pun dianjurkan untuk mengganti atau mengalihkan makanan tidak sehat tersebut dengan makanan yang bergizi untuk bumil.
Ngidam yang tidak terpenuhi bisa dialihkan dengan tetpenuhinya perhatian dari orang-orang sekitar. Seperti dijelaskan sebelumnya, ngidam disebabkan perubahan hormon, sehingga perhatian dari orang sekitar sudah cukup membuat suasana hati mama senang. Bumil juga bisa mengerjakan sesuatu seperti menulis, membaca, berbelanja, olahraga dan jalan-jalan. Tujuannya adalah mengalihkan perhatian dari perasaan ngidam.
Itulah beberapa hal terkait fenomena ngidam. Selama tidak atau belum ada riset ilmiah tentang mitos yang beredar tentang kehamilan, mengabaikannya adalah hal paling bijak. Setidaknya memilih jalan yang lebih aman untuk kesehatan. Happy pregnant! Selalu bahagia, dan penuhi gizi bumil.
6 Langkah Pertolongan Pertama Gangguan Kejang (Epilepsi)
Mengenal Keterlambatan Bicara Pada Anak dan Cara Mengatasinya
Anak Aktif adalah Anak dengan Kecerdasan Kinestetik
Ganja dalam Kebudayaan Dunia dan Medis
Menuju Indonesia Maju dengan Merubah Kultur
1 Juli Hari Buah dan Sayur Sedunia, Pedoman Gizi Seimbang-Pedoman Isi Piringku
Tips Menerima dan Memberi Kritik
Tinjauan Kritis Beban Perempuan dengan Anak Penyandang Disabilitas
CTEV, Gejala, dan Penanganannya
Temper Tantrum Pada Anak dan Cara Mengatasinya
Rekomendasi
-
32 Daftar Timnas Piala Dunia 2022 Qatar, Grup E dan H Bagai Neraka
16 Juni 2022, 09:35 WIB -
Mobil Listrik, Kelebihan dan Kekurangan Menyambut Transformasi Energi
4 Juni 2022, 10:12 WIB -
Kemunduran Attitude, di Tengah Masifnya Pendidikan Karakter
8 Mei 2022, 14:37 WIB -
Pesta Siaga Pramuka se-Kabupaten Pemalang
26 Maret 2022, 16:39 WIB -
Tradisi Padusan dan Pergeseran Nilainya
3 April 2022, 12:21 WIB -
The Mask “Orang Baik” Dari Dunia Sampah
1 April 2022, 18:05 WIB -
Aku Hanya Remahan Peyek
22 Februari 2022, 17:48 WIB -
Presiden Jokowi: Pentingnya Stabilitas dan Kemakmuran Kawasan
13 Mei 2022, 07:41 WIB