Masihkah Mas Ganjar Ada di Nurani Ibu Mega?
- Hal ini boleh jadi warga publik Tanah Air yang selama ini sangat mengidolakan PDIP sebagai partainya wong cilik hilang simpatik serta berbondong-bondong meninggalkan PDIP -
Nusantarapedia.net, Jurnal | Polhukam — Masihkah Mas Ganjar Ada di Nurani Ibu Mega?
Oleh Marianus Gaharpung, dosen FH UBAYA Surabaya
“maka ibu Megawati perlu mempertimbangkan nafas publik Tanah Air bahwa pemimpin Indonesia setelah dipimpin Ir. Joko Widodo wajib dilanjutkan kader terbaik PDIP yang satu ini,”
PUBLIK Tanah Air dibuat terus ketar-ketir dan penasaran, sebab tak kunjung adanya berita kepastian kapan dan terutama siapa nama calon persiden (capres) dari PDIP.
Ketua Umum (Ketum) PDIP, Megawati Soekarnoputri hingga saat ini masih belum memutuskan soal siapa sosok calon presiden (capres) yang akan diusungnya pada gelaran Pemilihan Umum (Pemilu) 2024. Sementara itu, orang kepercayaan Megawati, yakni Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto buka-bukaan soal hal ini.
“Ibu Mega telah memutuskan bahwa rencana mengumumkan capres pada tahun 2023. Jadi itu bocoran yang saya sampaikan, bahwa bocoran akan diumumkan pada tahun 2023,” ujar Hasto kepada awak media usai acara Refleksi Akhir Tahun 2022 di DPP PDIP, Jumat (30/12/2022) pekan lalu.
Pertanyaan selanjutnya, siapa nama yang sudah mantap di nurani ibu Mega? Apakah putri kesayangannya yakni Dr (H.C) Puan Maharani yang sekarang menjabat Ketua DPR RI dan Ketua Bidang PDIP, Letnan Jenderal (Letjen) TNI (Purn) Prabowo Subianto dengan jabatan Menteri Pertahanan (Menhan) yang juga Ketua Umum Partai Gerindra ataukah H. Ganjar Pranowo, S.H, M.IP. kelahiran 28 Oktober 1968 yang sekarang sebagai Gubernur Jateng termasuk salah satu kader terbaik PDIP.
Dalam hal ini wajar dong, publik turut menganalisis dari ketiga figur yang sangat dekat di nurani ibu Mega.
Pertama, Dr. (H.C) Puan Maharani Ketua DPR RI Dr. (H.C) tak bisa terbantahkan, adalah anak kandung dari Ketua Umum PDIP Ibu Megawati Soekarnoputri. Dari aspek emosional sudah tidak bisa dipungkiri bahwa seorang ibu wajib mengutamakan kepentingan dan masa depan anaknya.
Calon orang nomor satu di Tanah Air tidak semua orang mendapatkan kesempatan berharga seperti ini mumpung PDIP tanpa harus membentuk gabungan parpol agar dapat mencalonkan capres untuk 2024, karena satu-satunya partai yang lolos presidential threshold.
Tetapi apakah, dengan mengusung putrinya sendiri tidak menimbulkan rasa sakit hati publik bahwa bu Mega sedang terang benderang mempraktekkan politik oligarki di tubuh partai banteng moncong putih ini? Hal ini boleh jadi warga publik Tanah Air yang selama ini sangat mengidolakan PDIP sebagai partainya wong cilik hilang simpatik serta berbondong-bondong meninggalkan PDIP.
Megawati adalah punggawa politik Tanah Air jelas tidak akan pernah mau korbankan PDIP dan massa pencinta PDIP hanya demi menyenangkan putri kesayangannya.
Kedua, Prabowo Subianto, ada titik unggulnya di mata bu Mega. Alasannya, figur ini sebagai Menteri Pertahanan juga Ketua Umum Partai Gerindra. Artinya untuk penambahan amunisi sudah pasti melebihi dari ketentuan ambang batas presidential threshold yang menggunakan perolehan jumlah kursi DPR dan suara sah nasional pada pemilu legislatif sebelumnya yang ditetapkan sebesar 20% dari jumlah kursi DPR atau 25% dari suara sah nasional. Dengan demikian Gerindra berpotensi menyumbang suara elektoral PDIP cukup signifikan bila pilihan itu pada Prabowo Subianto, terutama pada aspek infrastruktur partai.
Namun demikian, pertanyaannya? Apakah syarat tersebut adalah satu-satunya parameter bu Mega menjatuhkan pilihan kepada Prabowo Subianto untuk capres 2024? Ibu Mega harus jeli melihat rekam jejak ketertarikan massa pendukung kepada mantan calon presiden periode kemarin melawan Joko Widodo ini. Salah satu alat ukurnya hasil dari semua lembaga survey selalu menempatkan Prabowo Subianto pada posisi kedua atau ketiga, sedangkan Ganjar Pranowo selalu pada posisi pertama. Oleh karena itu, sudah sangat pasti semua fenomena empiris riil tentang Ketua Umum Gerindra tersebut sudah ada dalam “kalkulator” politik ibu Mega.