Peran E-Commerce Bagi Ekonomi Kreatif di Bulan Ramadan
E-commerce yaitu menghemat waktu dan tenaga, karena pembeli tidak repot-repot keluar rumah untuk mendapatkan barang. e-commerce juga menjadi wadah yang strategis bagi produk-produk ekonomi kreatif.
Nusantarapedia.net, Jurnal | Ekbis — Peran E-Commerce Bagi Ekonomi Kreatif di Bulan Ramadan
“Negara kita adalah salah satu dari 10 negara teratas dengan e-commerce dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Pada tahun 2018 saja, e-commerce Indonesia tumbuh 78%.”
Menjelang perayaan Idul Fitri 2022 masyarakat mulai memenuhi toko-toko sepanjang jalan di kota Klaten, Jawa Tengah. Hal serupa tentu juga terjadi kota-kota lainnya. Ini seperti sudah menjadi ritual tahunan bahwa idul fitri identik dengan baju baru. Industri dan bisnis pakaian dan makanan mengalami lonjakan omset. Tentu ini menjadi berkah dan keuntungan bagi pelaku kedua industri tersebut.
Meningkatnya aktivitas transaksi jual beli mempengaruhi sikap masyarakat. Sebagian masyarakat masih sempat dan mau berjubel dan berpanas-panas membeli perlengkapan lebaran kendati dalam kondisi bepuasa. Namun, sebagian masyarakat lagi telah beralih dari transaksi fisik ke transaksi e-commerce.
E-commerce merupakan jual beli online dengan memanfaatkan teknologi digital atau internet. Transaksi e-commerce memungkinkan ketiadaan interaksi fisik antara penjual dan pembeli. Penyampaian barang melalui pihak ketiga (biasanya melalui jasa kurir ekspedisi)
Di sini terlihat manfaat e-commerce yaitu menghemat waktu dan tenaga, karena pembeli tidak repot-repot keluar rumah untuk mendapatkan barang. E-commerce juga menjadi wadah yang strategis bagi produk-produk ekonomi kreatif. Sisi negatifnya, customer tidak bisa mengetahui bahan atau warna real benda yang akan dibeli, sehingga tidak mengherankan seringnya pembeli kecewa dengan barang yang dipilihnya.
Terlepas dari sisi negatifnya, data menunjukkan adanya peningkatan tajam dari tahun ke tahun pengguna e-commerce. Negara kita adalah salah satu dari 10 negara teratas dengan e-commerce dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Pada tahun 2018 saja, e-commerce Indonesia tumbuh 78%.
Dari jumlah tersebut, 17,7% disebabkan oleh pembelian tiket dan reservasi hotel, kemudian, pembelian pakaian dan sepatu sebesar 11,9%, serta kosmetik dan produk kesehatan sebesar 10%. (sumber: gramedia.com)
Dalam data e-commerce Indonesia 2022 ini, 60.6% melakukan belanja online, cukup signifikan tetapi belum cukup signifikan untuk bergantung hanya pada penjualan online.
Dalam faktor pendorong pembelian online, 50.5% didominasi oleh Gratis Ongkir, 48.3% oleh Voucher dan Diskon. Respon terhadap brand dalam bentuk like dan komentar di media sosial juga memiliki pengaruh 37.1%. (sumber: grahanurdian.com)
Jumlah transaksi dalam e-commerce Indonesia 2022 ini naik sebanyak 14.9% dengan nilai yang naik sangat signifikan mencapai 59.4%. Hal ini didorong oleh situasi pandemi yang meningkatkan penjualan secara online.
Uang yang dikeluarkan oleh konsumen rata-rata pertahunnya juga naik signifikan sebesar 38.7% yang lagi-lagi didominasi oleh pembelian barang melalui perangkat HP sebesar 63.8%.
Semua kategori barang dalam e-commerce Indonesia 2022 ini juga mengalami peningkatan yang sangat signifikan. Terutama dalam kategori makanan yang naik mencapai 118%. Hal ini didorong oleh logistik makanan yang cukup baik.
Dalam hal pengeluaran media digital, kenaikan signifikan juga terjadi, terutama dengan semakin mudahnya melakukan pembayaran dan berbagai pilihan layanan media digital di pasaran. Peningkatan signifikan ada di video-on-demand sebesar 29.1% karena semakin tingginya adopsi Smart TV dan didorong oleh kebijakan WFH.
Dalam Food Delivery, diperkirakan efek dari pandemi ini, estimasi pengguna layanan ini naik 68.1% dengan jumlah 17.77 juta pengguna di e-commerce Indonesia 2022 ini. Jumlah nilai transaksi pun naik sebesar 70.1% yaitu 11.5 Milyar pertahunnya.
Dari data di atas kenaikan presentase pengguna e-commerce melejit saat pandemi di mana kebijakan pembatasan membuka kesempatan masyarakat lebih memilih membeli barang secara online.
Presentase dipastikan semakin naik di penghujung bulan Ramadhan tahun ini. Kebutuhan membeli baju baru dan makanan sudah menjadi keharusan.
Pembelian online pakaian dan makanan akan semakin naik semakin mendekati Idul Fitri, kendati di toko-toko dan pasar masih penuh dan berjubel orang membeli barang.

Menurut Pengamat Ekonomi Universitas Hasanuddin, Prof. Marzuki Dea, Pola konsumsi masyarakat selama Ramadan akan memacu pertumbuhan ekonomi.
Meskipun komoditas pangan dan kebutuhan pokok meningkat, diperkirakan konsumsi akan terus meningkat. Dengan demikian, pola tersebut akan memacu pertumbuhan perekonomian terutama di desa-desa dan kabupaten-kabupaten.
Selama Ramadan, aktivitas masyarakat berubah, termasuk kebutuhan yang mempengaruhi perilaku konsumen saat berbelanja. Untuk itu, pelaku bisnis biasanya jeli menyesuaikan dengan perubahan perilaku konsumen tersebut. Mereka berpikir kreatif dengan memanfaatkan moment untuk meningkatkan penjualan dan omzet. Dan memang, moment Ramadan adalah lahan basah untuk para pelaku bisnis kuliner dan fashion.
Tidak saja pada penjualan berbasis digital, bisnis manual pun sangat menjanjikan di bulan strategis ini. Ini adalah salah satu bentuk pemberdayaan ekonomi kreatif. Baik e-commerce maupun jual beli fisik sama-sama memerlukan pemikiran kreatif dalam pengembangannya agar mmenghasilkan omzet yag tinggi. Keduanya sama-sama menyumbang besar terhaap pertumbuhan ekonomi negara di masa paska pandemi.

E-Commerce dalam Mewadahi Ekonomi Kreatif
Ekonomi kreatif mengandalkan kecerdasan dan kreativitas manusia. Inovasi-inovasi diperlukan dalam pengembangannya dan memanfaatkan segala sumber daya yang ada. Penekanan ekonomi kreatif adalah hasil pemikiran bukan pada produknya. Jadi lebih pada teknik, terobosan dan cara.
Jadi dengan penitikberatan pada hasil pemikiran lebih mudah untuk didistribusikan agar bisa diduplikasi pelaku bisnis lain dalam rangka meningkatkan ekonomi global.
Di masa Revolusi Industri 5.0 seperti ini, ekonomi kreatif berpotensi menjadi sumber pendapatan tertinggi bagi negara. Keberadaan internet membuat produk ekonomi kreatif dapat dengan mudah dipromosikan dan didistribusikan lewat online.
Buktinya, e-commerce semakin mendapat tempat di hati masyarakat karena kemudahan bertransaksi.
Produk-produk ekonomi kreatif memenuhi lapak e commerce.
Selain kemudahan bagi pengguna dan konsumen, e commerce juga menyediakan ruang yang tak terbatas bagi pelaku ekonomi kreatif. Pandemi Covid-19 telah melumpuhkan pelaku usaha ekonomi kreatif.
Namun, musibah tersebut justru semakin mengenalkan masyarakat Indonesia pada peluang besar. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Salahuddin Uno meminta masyarakat untuk menangkap peluang usaha lewat digital.
Dikutip dari laman detik.com Menurut Sandiaga, perusahaan e-commerce kini mewadahi 8 juta unit usaha kreatif, penggunaan teknologi dari sisi media sosial pun mencapai 65%, dengan total pengguna internet mencapai sebesar 64%. Peluang ekonomi kreatif lewat digital di Indonesia dikatakan luas. Sandiaga menyebut, ada sebanyak 175 juta pengguna internet di Indonesia dan ada lebih dari US$135 miliar ekonomi internet Indonesia yang diproyeksi pada 2025.
Moment lebaran juga merupakan moment emas bagi para pelaku ekonomi kreatif. Pemerintah telah memperbolehkan masyarakat untuk mudik pada lebaran tahun 2022 setelah dua tahun penerapan pembatasan mobilitas karena pandemi. Pergerakan masyarakat Indonesia pada saat libur lebaran tahun ini diprediksi mencapai 85,5 juta orang.
Mudik lebaran menjadi momentum kebangkitan ekonomi daerah melalui destinasi pariwisata dan pelaku ekonomi kreatif.
Destinasi pariwisata, sentra kuliner dan fashion masih memuncaki tren bisnis. Diproyeksi perputaran ekonomi akan mencapai lebih dari Rp72 triliun.
Para pemudik yang sekaligus menjadi wisatawan akan membelanjakan uangnya untuk kebutuhan rekreasi, akomadasi, konsumsi, maupun membeli oleh-oleh yang langsung berhubungan dengan para pelaku UMKM di daerah.
Kebutuhan berbelanja pemudik selain berwisata dan menikmati langsung produk UMKM, tetap dapat terakomodir secara digitalis karena kemudahan e-commerce melintasi ruang dan waktu.
Selamat Berpuasa, Selamat mempersiapkan Lebaran. Happy Shopping …
Perempuan, Sosok Penanggung Hutang
Pemerintah Melarang Ekspor CPO, Harga Sawit Di Riau Terjun Bebas
Obyektifikasi Perempuan dalam Heroisitas Aksi 11 April
Anies, Capres Paling Sering Dibicarakan
Nastar Kue Favorit Lebaran 2022