Warung Mbok Suriyah, Jajanan Umbi-umbian
Angkrik atau umbi garut dengan bahasa binomal Maranta arundinacea, menurut F.M. Blanco, Flora de Filipinas. Garut atau ararut atau irut adalah sejenis tumbuhan berbentuk terna yang menghasilkan umbi yang dapat dimakan.

Nusantarapedia.net, Jurnal | Puspawarna — Warung Mbok Suriyah, Jajanan Umbi-umbian
“Saat ini umbi garut menjadi komoditas bahan pangan langka dan mahal, apabila sudah berbentuk tepung.”
Umbi-umbian adalah tanaman berumbi. Awalnya merupakan tanaman liar di hutan, kemudian dibudidayakan oleh manusia, di tanam sebagai bahan pangan.
Pengetahuan manusia terus berkembang dari sistem pertanian berpindah ke sistem pertanian subsisten dan akhirnya menjadi pertanian modern yang sifatnya untuk produksi. Hal tersebut seiring meningkatnya kebutuhan pangan manusia akibat demografi.
Manusia terus berkembang pengetahuannya, terutama menyangkut soal pangan sebagai kebutuhan pokok bagi manusia. Tanaman Umbi-umbian sudah menjadi makanan modern yang dikemas dalam bentuk snack.
Tanaman umbi-umbian dengan kandungan gizi yang tinggi sebagai bahan pangan alternatif selain padi, maupun sebagai bahan pangan snack (kudapan) yang disajikan dengan sederhana, seperti direbus atau digoreng.
Umbi menyimpan pati, gula, karbohidrat dan berbagai metabolit sekunder yang dapat bernilai gizi atau berkhasiat pengobatan bagi manusia.
Menurut wikipedia, umbi adalah organ tumbuhan yang mengalami perubahan ukuran dan bentuk (pembengkakan) sebagai akibat perubahan fungsinya. Perubahan ini berakibat pula pada perubahan anatominya. Organ yang membentuk umbi terutama batang, akar, atau modifikasinya. Hanya sedikit kelompok tumbuhan yang membentuk umbi dengan melibatkan daunnya.
Tumbuhan umbi-umbian sangat berguna bagi manusia untuk di konsumsi. Ada beberapa jenis umbi yang tumbuh subur di Indonesia, seperti kentang, ketela rambat, singkong, gembili, gembolo, suweg, talas, angkrik atau umbi garut, kimpul dan masih banyak jenis lainnya dengan istilah (nama) daerah yang berbeda-beda.



Di Pemalang Jawa Tengah, tepatnya di dekat Kantor Balai Desa Kebagusan, Kecamatan Ampelgading, ada sebuah warung jajanan yang menyediakan berbagai rebusan umbi-umbian, seperti; ketela, singkong (ubi), angkrik, gembili, kimpul, juga tersedia kacang tanah rebus dan pisang, serta nasi bungkus daun pisang atau lontong.
Kesemua jajanan tersebut seminim mungkin pengolahannya menghindari penggunaan minyak goreng. Tujuannya menjadi makanan sehat untuk mengurangi kadar kolestrol yang berlebih.
Warung jajanan umbi-umbian mbok Suriyah ini buka setiap sore jam 17.00 WIB sampai larut malam. Mbok Suriyah juga menyediakan minuman alami seperti wedang jahe dan wedang alang-alang. Minuman alami yang menyehatkan ini tentu baik untuk menjaga kehangatan tubuh.
Saat ini jenis umbi-umbian yang paling umum di Indonesia seperti; kentang, ketela dan singkong. Namun di warung Mbok Suriyah ini punya keistimewaan dengan umbi-umbinya yang jarang kita temukan. Yakni adanya angkrik (umbi garut) juga gembili.
Walaupun tidak setenar kentang, ketela dan singkong, umbi garut manfaatnya sangat luar biasa, bahkan sekarang tepung angkrik atau umbi garut banyak di buru orang dan harganya pun cukup lumayan mahal. Saat ini antara produksi dan kebutuhan tepung angkrik lebih besar kebutuhannya.



Berikut manfaat angkrik atau umbi garut yang disajikan ke dalam aneka olahan;
1) Melancarkan peredaran darah dan pencegahan anemia.
2) Mengobati luka pada lambung.
3) Sebagai obat luka luar atau salep.
4) Baik di konsumsi bagi ibu hamil.
5) Menjaga kesehatan pencernaan.
Selain itu, angkrik atau umbi garut bisa dimanfaatkan sebagai pengenyal dan pengental makanan. Juga bisa dijadikan bedak dan bahan pembuat kertas.
Angkrik atau umbi garut dengan bahasa binomal Maranta arundinacea, menurut F.M. Blanco, Flora de Filipinas. Garut atau ararut atau irut adalah sejenis tumbuhan berbentuk terna yang menghasilkan umbi yang dapat dimakan. Garut tidak pernah menjadi sumber pangan pokok namun ia kerap di tanam di pekarangan di pedesaan sebagai cadangan pangan dalam musim paceklik.
Saat ini umbi garut menjadi komoditas bahan pangan langka dan mahal, apabila sudah berbentuk tepung.
Selain itu, warung jajanan mbok Suriyah ini juga terkenal karena menyajikan rebusan gembili. Adapun manfaat dari gembili sebagai alternatif pengganti nasi bagi penderita diabetes.
Menurut wikipedia, gembili atau Dioscorea esculenta L., adalah suku gadung-gadungan atau Dioscoreaceae, merupakan tanaman umbi-umbian yang sekarang sudah sulit di jumpai di pasar. Penanamannya masih cukup luas di pedesaan walaupun juga semakin terancam kelestariannya. Gembili menghasilkan umbi yang dapat dimakan.
Umbi bila diolah dengan direbus maka bertekstur kenyal. Umbi gembili ini serupa dengan umbi gembolo, tetapi berukuran lebih kecil. Tumbuhan gembili merambat dan rambatannya berputar ke arah kanan (searah jarum jam jika dilihat dari atas). Batangnya agak berduri.
Warung jajanan umbi-umbian mbok Suriyah ini sudah berjalan lima tahun lamanya dengan tetap mengandalkan menu tradisional yang sudah semakin langka.
Dyah, salah seorang pelanggan warung mbok Suriyah, hampir dua hari sekali membeli makanan di sini.
“Lambung saya jadi tambah baik setelah sering mengkonsumsi umbi garut, ketela serta singkong. Kebetulan anak saya juga suka,” kata Dyah.
Gimana, Nuspedian! penasaran bukan? datang ya, ke warung mbok Suriyah yang beralamatkan di dekat Kantor Balai Desa Kebagusan, Kecamatan Ampelgading, Pemalang, Jawa Tengah. (Ragil74)
Mengenang 33 Tahun Ambruknya Jembatan Comal 1989
Ribuan Masyarakat Pemalang Datangi Alun-Alun
Jalan Daendels Pantura, Jadikan Jawa Sebagai Kota Terpanjang Dunia
Pengukuhan Nasi Liwet sebagai Ikon Kota Solo Berlangsung Sukses dan Meriah
Sopi Suna’ Likaf, Minuman Tradisional Timor Tengah Selatan
Pecel, Sejarah dan Jenis-jenisnya
Sejarah Kolak dan Resep Dasar Kolak Pisang
Nastar Kue Favorit Lebaran 2022