Pawai MDTA dan Mts Al-Hikmah
Tentu ini positif untuk mengukur seberapa jauh tingkat kebahagiaan keluarga Indonesia dalam ranah indeks pembangunan manusia Indonesia sebagai suatu hal yang sifatnya kemanusiaan atas hak hidup (kodrat).
Nusantarapedia.net, Galeri | Potret Sosial — Pawai MDTA dan Mts Al-Hikmah
“Inilah pentingnya sebuah ruang, bahwasannya keluarga Indonesia di hari Sabtu atau Minggu dari kota hingga desa mulai membiasakan diri untuk berlibur meskipun sekedar turun ke jalan atau ruang-ruang publik, dengan aneka kegiatan yang ringan bersama keluarga.”




Biasanya hari Minggu digunakan untuk beristirahat atau berlibur untuk menghilangkan rasa cape setelah beraktivitas ataupun bekerja selama hampir sepekan.
Hari Minggu, bersama keluarga tercinta kita bisa pergi ke taman kota atau ke jalan protokol untuk kegiatan “car free day” bagi warga kota. Bagi masyarakat di pedesaan bisa pergi ke kebun, bermain ke tanah lapang juga sungai di pinggir desa dengan jalan-jalan pagi atau bersepeda ria.
Hari ini, Minggu 26 Juni 2022, sekolah Al-Hikmah mengisi hari Minggu dengan acara pawai bersama yang diikuti oleh murid Sekolah MDTA (Madrasah Diniyah Takmiliyah, Awaliyah) dan Mts (Madrasah Tsanawiyah) Al-Hikmah dalam rangka acara perpisahan dan kenaikan kelas.
Sekolah MDTA dan Mts Al-Hikmah ini beralamatkan di Desa Pakuwon No. 61, Kelurahan Bojongggenteng, Kecamatan Bojongggenteng, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.
Pawai dimulai dari lokasi lapang Pakuwon menuju lapang Bojonglongok dan kembali lagi ke Sekolah Mts Al-Hikmah.
Pawai ini juga dimeriahkan oleh drum band yang dimainkan oleh murid-murid Mts Al-Hikmah. Anak-anak murid MDTA sangat antusias mengikuti pawai ini. Para orang tua pun ikut dalam acara pawai tersebut untuk menjaga anak-anaknya agar tetap aman.
Pawai ini tentu saja menarik perhatian orang sekitar yang dilewati, banyak ibu-ibu ataupun anak-anak melihat pawai ini sepanjang jalan. Kemacetan pun tak bisa dihindari, karena banyak sekali yang ikut dalam pawai ini. Meski begitu, pawai ini tetap berjalan lancar hingga sampai ke sekolah lagi.
Inilah pentingnya sebuah ruang, bahwasannya keluarga Indonesia di hari Sabtu atau Minggu dari kota hingga desa mulai membiasakan diri untuk berlibur meskipun sekedar turun ke jalan atau ruang-ruang publik, dengan aneka kegiatan yang ringan bersama keluarga.
Tentu ini positif untuk mengukur seberapa jauh tingkat kebahagiaan keluarga Indonesia dalam ranah indeks pembangunan manusia Indonesia sebagai suatu hal yang sifatnya kemanusiaan atas hak hidup (kodrat).
Hendaknya, semua pihak yang berkepentingan dan juga masyarakat harus terus menyediakan dan memikirkan ruang-ruang publik untuk kegiatan sosial, di tengah pesatnya pembangunan dan pertumbuhan penduduk. (zha)
Mengenal Sejarah dan Trend Henna di Indonesia
Tips Diet Alami
Samenan
Kemuning
Tanaman Mirten
Hobi Koleksi Tanaman Hias hingga Dapat Penghasilan
Widuri
Masihkah Ada Jodoh untuk Abang Baso?
Rekomendasi
-
Presiden Sri Lanka Kabur ke Maladewa, Setibanya Disambut Protes
14 Juli 2022, 08:05 WIB -
Cara Belajar Efektif dan Efisien
14 Juli 2022, 00:58 WIB -
Sejarah Jalan Braga Paris Van Java, hingga Kebangkitan Pasca Pandemi Melalui Kolaborasi
10 Juli 2022, 10:10 WIB -
Sementara Gugatan PT 0% Berakhir, Akankah Muncul Gugatan Baru Selanjutnya
9 Juli 2022, 17:42 WIB -
14 Isu Krusial RUU KUHP, “Matinya” Fungsi Kontrol Kekuasaan dari Narasi Feodalisme
7 Juli 2022, 13:53 WIB -
32 Daftar Timnas Piala Dunia 2022 Qatar, Grup E dan H Bagai Neraka
16 Juni 2022, 09:35 WIB -
Mobil Listrik, Kelebihan dan Kekurangan Menyambut Transformasi Energi
4 Juni 2022, 10:12 WIB -
Kemunduran Attitude, di Tengah Masifnya Pendidikan Karakter
8 Mei 2022, 14:37 WIB -
Kaweruh Kesadaran 4 Kemujuran, Maestro Lukis Grafir Kaca Kang Jajang
10 Desember 2021, 08:34 WIB -
Kejutan
1 Maret 2022, 10:41 WIB -
Buyung, Pengemis Berkaki Buntung
3 Mei 2022, 19:09 WIB -
Harga Telur Ayam per-Kg Rp.28.153, Lele Rp.33.206, Rata-rata di Jakarta Hari Ini
6 Juli 2022, 11:55 WIB -
Adu Elektabilitas Sudah Dimulai, Saling Klaim Itu Hak! Dimana Etikabilitasnya?
24 Mei 2022, 18:05 WIB