Kali Talang, Potensi Wisata Alam yang Menunggu ‘Sentuhan’
Semoga kedepannya ada investor yang melirik potensi ini, sehingga bisa memaksimalkan sumber alam untuk kepentingan pelestarian sungai, pengembangan ekonomi rakyat, dan juga mendekatkan generasi pada literasi lingkungan yang bersahabat melalui kegiatan kewisataan.
Nusantarapedia.net, Jurnal | Tourism — Kali Talang, Potensi Wisata Alam yang Menunggu ‘Sentuhan’
“Program pelestarian yang dibarengi dengan kegiatan pengembangan pariwisata cenderung lebih mudah dilaksanakan oleh masyarakat, serta mudah dalam menciptakan kesadaran bersama untuk menjaga kelestarian sungai.”
Tren wisata 2022, kini berkonsep Back to Nature atau Kembali ke Alam. Didukung kondisi alam Indonesia yang memiliki banyak potensi wisata yang perlu digali.
Dari pemandangan alam berupa pegunungan, laut, bebatuan, hingga sungai. Sungai kini menjadi spot menarik untuk mendukung perkembangan sektor pariwisata kekinian. Masyarakat kini begitu jeli dan kreatif melihat potensi alam untuk dikembangkan menjadi obyek wisata yang murah dan edukatif.

Sungai merupakan sumber alam yang menyimpan banyak misteri keindahan dan ilmu pengetahuan yang luar biasa. Kita ketahui bersama pelestarian sungai begitu menguras energi dan pemikiran untuk bisa dilakukan secara konsisten dan terus menerus, ada saja oknum yang kemudian merusaknya. Tentu, ini menjadi persoalan serius mengingat sungai merupakan penopang vital kehidupan manusia.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiago Uno, mengatakan banyak sungai di Indonesia yang dijadikan destinasi wisata menarik untuk kegiatan wisata minat khusus, seperti arung jeram atau rafting dan tubing.


Sungai-sungai dengan aliran kecil dan tenang pun kini mulai dikembangkan menjadi tempat wisata menarik bagi masyarakat untuk melepas lelah dengan keceh, menghabiskan waktu dengan bermain air. Menariknya lagi berbagai usaha kuliner memanfaatkan pinggiran sungai sebagai tempat yang menarik untuk membuka lapak kulinernya.
Kita bisa melihat banyaknya warung-warung yang dibuka di tepi-tepi sungai pedesaan, dengan latar bentangan sawah menghijau yang menambah cita rasa.
Hembusan angin di sekitar persawahan menambah betah berlama-lama menikmati pemandangan sungai sambil bersenda gurau bersama keluarga sambil menikmati cemilan khas warung sederhana pedesaan.


Tren ini sangat mendukung agenda pelestarian sungai.
Sungai sebagai sumber kehidupan selain potensial dikembangkan menjadi destinasi pariwisata, juga linier terhadap upaya pelestarian lingkungan.
Program pelestarian yang dibarengi dengan kegiatan pengembangan pariwisata cenderung lebih mudah dilaksanakan oleh masyarakat, serta mudah dalam menciptakan kesadaran bersama untuk menjaga kelestarian sungai.
Kali Talang, Salah Satu Potensi Wisata yang Perlu ‘Sentuhan’
Kali Talang, sungai dengan aliran tenang, berasal dari mata air umbul langse, berlokasi di Dukuh Kembang, Desa Nepen, Kecamatan Teras, Kabupaten Boyolali. Sungai ini kesehariannya digunakan sebagai sarana mencuci masyarakat setempat kini mulai dilirik pegiat wisata untuk dikembangkan menjadi obyek wisata yang menarik dan edukatif.
Kali Talang merupakan bagian dari hulu Kali Tikung yang setahun belakangan, sungai ini menjadi ramai. Tak hanya masyarakat yang mempunyai kepentingan mencuci baju dan kendaraan, namun banyak kalangan yang sengaja datang untuk menikmati segarny air sungai dengan berenang dan menikmati hidangan kuliner di sepanjang Kali Talang.
Beberapa tahun sebelumnya sungai ini hanya dimanfaatkan untuk kegiatan mencuci baju dan kendaraan saja. Tidak ada aktivitas ekonomi apapun.
Namun, kini sudah banyak penjaja makanan seiring banyaknya pengunjung, baik pengunjung yang berkepentingan untuk mencuci baju atau kendaraan maupun pengunjung yang sengaja meluangkan waktu untuk menikmati asrinya Kali Talang ini.
Bahkan ketika malam Minggu tiba, lokasi Kali Talang juga banyak pengunjung menikmati sahdunya malam mingguan di pinggir kali. Tak hanya pasangan muda mudi, rombongan keluarga pun tak kalah semangatnya menyemarakkan wisata pedesaan bernuansa sungai ini.
Sungai ini terbagi menjadi tiga area berdasar historinya; Kali Tikung, Kali Talang dan Kali Plengkung. Kali Talang yang paling sering digunakan untuk mandi dan keperluan mencuci karena arusnya yang kecil juga kedalaman yang aman untuk anak-anak.


Di sebelah utara kali Talang terdapat lengkungan baja yang konon lengkungan itu untuk sarana irigasi. Sudah ada sejak zaman kolonial Belanda. Dari kokohnya konstruksinya, dipastikan pula itu buatan para kolonialis pada masa itu.
Potensi wisata ini baru terbaca oleh beberapa pihak. Pegiat desa wisata perlu turun gunung untuk merumuskan lebih lanjut bagaimana agar potensi ini menjadi lebih tergali lagi.
Semoga kedepannya ada investor yang melirik potensi ini, sehingga bisa memaksimalkan sumber alam untuk kepentingan pelestarian sungai, pengembangan ekonomi rakyat, dan juga mendekatkan generasi pada literasi lingkungan yang bersahabat melalui kegiatan kewisataan.
Foto: ©2022/Npj/Inh
Sejarah Kota Boyolali, Napak Tilas Perjalanan Ki Ageng Pandan Arang
Pesanggrahan Pracimoharjo Paras Boyolali, Miniatur Keraton Surakarta
Simpang PB VI Selo, Patung Pakubuwono VI Simbol Perjuangan Melawan Belanda
Desa Wisata Lencoh Boyolali, Titik Pandang Indahnya Merapi
Ketep Pass, Paduan Sejuknya Wisata Alam dan Wisata Edukasi
Sejarah Masjid “Tiban” Baitur Riyadloh Keposong, Tamansari Boyolali (1)
Pembukaan Pasar Wisata Pertapan Indrokilo, Berbasis Budaya dan Ekonomi
Bukit Sidoguro, Gardens by The Bay-nya Klaten
Rawa Jombor Klaten ‘Bedugul van Java’, Pesona Wisata Air di Tengah Perbukitan
Menjaga Keaslian Spot Sejarah di Tengah Hasrat Wisata Masyarakat
Wow! Harga Tiket Masuk Candi Borobudur Bakal Naik Untuk Wisdom Rp.750 Ribu
Candi Kalasan, Wujud Toleransi Masa Mataram Kuno
Rekomendasi
-
15 Destinasi Wisata Populer di Kota Bogor
16 Juli 2022, 11:30 WIB -
Presiden Sri Lanka Kabur ke Maladewa, Setibanya Disambut Protes
14 Juli 2022, 08:05 WIB -
Cara Belajar Efektif dan Efisien
14 Juli 2022, 00:58 WIB -
Sementara Gugatan PT 0% Berakhir, Akankah Muncul Gugatan Baru Selanjutnya
9 Juli 2022, 17:42 WIB -
14 Isu Krusial RUU KUHP, “Matinya” Fungsi Kontrol Kekuasaan dari Narasi Feodalisme
7 Juli 2022, 13:53 WIB -
32 Daftar Timnas Piala Dunia 2022 Qatar, Grup E dan H Bagai Neraka
16 Juni 2022, 09:35 WIB -
Mobil Listrik, Kelebihan dan Kekurangan Menyambut Transformasi Energi
4 Juni 2022, 10:12 WIB -
Kemunduran Attitude, di Tengah Masifnya Pendidikan Karakter
8 Mei 2022, 14:37 WIB -
Sajak Di Separuh Waktu II
6 April 2022, 13:52 WIB -
Legislator Pertanyakan Stabilitas Harga Minyak Goreng
8 Juni 2022, 09:36 WIB -
Nelayan Tolitoli Mengeluh Kesulitan Dapatkan BBM Jenis Solar
14 Juni 2022, 18:35 WIB -
Puan, Masuk Tiga Besar Bursa Cawapres
23 April 2022, 11:05 WIB -
Inilah 10 Cara Hidup Hemat Agar Bisa Menabung – Coba dan Rasakan Manfaatnya!
16 November 2021, 10:09 WIB