Tinggi Tubuh Nabi Adam 27,72 M
"Allah menciptakan Adam, panjangnya 60 dziro’, lalu ciptaan itu terus berkurang sampai sekarang."
Nusantarapedia.net, Jurnal | Religi — Tinggi Tubuh Nabi Adam 27,72 M
“Nabi Adam alaihissallam memiliki ukuran tubuh dengan postur tinggi badan mencapai 60 hasta atau sekitar 27,43 meter.”
Adam adalah seorang Nabi dan Rasul, umat yang dipilih secara langsung oleh Allah untuk mengajarkan tauhid kepada umat manusia melalui penerimaan wahyu.
Dalam Islam, nabi (نبي, nabī; jamak: أنبياء, anbiyāʾ) adalah seorang yang mendapat wahyu dari Allah. Di antara para nabi, ada juga yang merupakan rasul (رسول, rasūl; jamak: رسل, rusul), yakni seorang yang mendapat wahyu Allah dan wajib menyebarkan ajarannya. (wikipedia)
Menurut keyakinan penciptaan dalam agama-agama samawi, Nabi Adam adalah tokoh dalam Al-Qur’an, juga Alkitab, dan Tanakh. Nabi Adam diposisikan sebagai manusia pertama dan leluhur semua umat manusia.
Secara umum pada definisi agama monotheisme, sistem kenabian atau kerasulan atau santo adalah satu kesatuan kekalifahan atau utusan dari langit (Tuhan) dari awal sampai akhir, yang pada awalnya belum membentuk sebagai definisi agama konstitusional. Maka nama-nama tokoh yang dimaksud sering mengandung kesamaan dalam satu agama ke agama lainnya. Mengingat jumlah nabi sebanyak 124.000 orang sedangkan jumlah rasul sebanyak 315 orang. Dari sekian banyak utusan tersebut selanjutnya ada dalam definisi setiap agama masing-masing yang dicirikan mirip-mirip.
Di wilayah kebudayaan Timur Tengah dan Palestina, yang dianggap sebagai budaya awal tumbuhnya sistem religi “samawi”, terdapat banyak makam yang terlihat panjang dan besar. Dimungkinkan memang jenazah yang dimakamkan di dalamnya juga berukuran besar.
Seperti makam Nabi Adam yang dipercayai oleh kelompok umat ada di berbagai tempat, yakni; Gunung di anak benua India, Gua Makhpela menurut Yahudi tradisional,
Bait Salomo menurut Apokalips Musa, Bukit Golgota sekarang di Kapel Adam di Gereja Makam Kudus dalam tradisi Kristen berdasar Apokalips Musa, Biara Salib Yerusalem dalam tradisi Kristen, dan Gunung Abu Qubais Makkah, serta Al-Haram Imam ‘Ali dalam kepercayaan Syi’ah.
Dalam tradisi Islam Adam bergelar Nabi, ‘alaihis-salam (keselamatan atasnya) juga Bapa Manusia dalam tradisi Kristen.
Tidak bisa dipastikan apakah makam-makam tersebut benar yang disebut sebagai tokoh Nabi Adam. Yang jelas Adam sebagai seorang Nabi atau Rasul adalah sebuah keniscayaan yang dipercayai oleh umat. Makam para Nabi dari sejak Adam, masa Ibrahim/Abraham tidak diketahui secara pasti lokasi sebenarnya, semuanya adalah sebuah keniscayaan yang dipercayai dalam konsep religi masing-masing. Hanya makam Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi wa sallam sebagai utusan terakhir kalifah di bumi dan makam Nabi Ibrahim Alaihissallam sebagai kalifah pertama dalam konsep tumbuhnya agama monotheisme.
Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi wa sallam di makamkan di rumahnya di Madinah, sementara Nabi Ibrahim Alaihissallam di Goa Alkalil Palestina.
Dalam kepercayaan lahirnya manusia di bumi sebagai permulaan adanya manusia di bumi, Adam dan Hawa sebagai representasi kaum laki-laki dan perempuan yang berpasangan. Yang selanjutnya berkembang melahirkan anak manusia.
Beberapa bukti dan fakta seperti pada makam-makam tersebut menunjukan bahwa ukuran para nabi dan manusia pada masa lampau jauh lebih besar dibandingkan ukuran manusia modern saat ini. Ditambah adanya riwayat-riwayat Nabi dalam literasi agama, seperti dalam Islam, bahwa ukuran tubuh Nabi Adam sangatlah besar. Kedua sumber tersebut dapat dijadikan definisi bahwa ukuran tubuh Nabi Adam sangatlah besar pada awalnya, hingga mengecil sampai periode kekalifahan era Ibrahim/Abraham 2000 SM, terus mengecil lagi hingga ukuran manusia menjadi seperti saat ini.

Tinggi Tubuh Nabi Adam alaihissallam
Nabi Adam alaihisallam sebagai manusia pertama yang diciptakan di bumi ini. Allah dalam firman-Nya, telah menceritakan rencananya kepada malaikat.
Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat:
“Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”.
Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?”
Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”. (QS. Al-Baqarah 30)
Nabi Adam alaihissallam memiliki ukuran tubuh dengan postur tinggi badan mencapai 60 hasta atau sekitar 27,43 meter.
Dalam riwayat HR Bukhari dan Muslim. Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda yang artinya:
“Allah telah menjadikan Adam dengan ketinggian 60 hasta kemudian (Allah) berfirman: Pergilah dan memberi salamlah kepada para malaikat itu, dan dengarkanlah mereka memberi hormat kepada engkau. Itulah kehormatan engkau dan keturunan engkau, lalu (Adam) mengucapkan: Assalamu ‘alaikum, maka (para malaikat) mengucapkan assalamu alaika wa rahmatullah, (para malaikat) menambahkan: warahmatullah, maka setiap orang yang masuk surga serupa dengan Adam (dalam hal perawakan/postur dan gambaran), dan manusia itu senantiasa bertambah kecil sampai sekarang”.
Riwayat HR. Bukhori Muslim lainnya, Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda:
“Allah menciptakan Adam, panjangnya 60 dziro’, lalu ciptaan itu terus berkurang sampai sekarang.”
خلق الله آدم وطوله ستون ذراعاً… فلم يزل الخلق ينقص حتى الآن
Yang dimaksud dengan 60 dziro’ adalah? Jika 1 dziro’nya = 46.2 cm, maka 60 x 0.462 = 27.72 meter.
Sedangkan riwayat HR Al-Bukhari, mengatakan bahwa penduduk surga kelak memiliki tinggi seperti tinggi Nabi Adam Alaihissalam.
Rasulullah Shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:
“Sesungguhnya rombongan pertama yang masuk surga seperti rembulan yang bersinar di malam purnama, kemudian rombongan berikutnya seperti bintang yang paling terang di langit, mereka tidak buang air kecil, tidak buang air besar, tidak membuang ludah, tidak beringus, istri-istri mereka adalah para bidadari, mereka semua dalam satu perangai, rupa mereka semua seperti rupa ayah mereka Nabi Adam, yang tingginya 60 hasta menjulang ke langit”.

Pandangan Biologi
Penelitian biologist dari dari Hebrew University, Dr. Shlomi Lesser, dalam jurnal yang berjudul Ha-Mada Ha-Yisraeli B’Angleet V’Ivreet. Dr. Shlomi menyatakan, jika tinggi manusia rata-rata seperti saat ini, maka tinggi leluhur manusia dahulu seharusnya 90 kaki atau 27 meter. Hal itu terjadi karena manusia mengalami penyusutan ukuran badan yang disebut dengan genetic bottleneck.
Penyusutan ukuran badan yang disebut dengan genetic bottleneck tersebut masih tertolong dengan adanya terobosan di bidang gizi. Seandainya tidak ada terobosan di bidang gizi pada abad ke 17 dan 18, niscaya manusia yang ada sekarang lebih pendek lagi dari ukuran tinggi rata-rata saat ini.
Genetic bottleneck, juga disebut sebagai teori “Leher botol populasi” (leher botol genetik) adalah suatu kejadian evolusi adanya persentase jumlah individu dalam suatu populasi ataupun spesies yang mati ataupun tidak dapat berkembang biak.
Leher botol populasi meningkatkan hanyutan genetik, karena laju hanyutan berbanding terbalik dengan ukuran populasi. Leher botol populasi juga meningkatkan perkawinan sekerabat oleh karena menurunnya jumlah pasangan yang memungkinkan.
Kasus lainnya yang sedikit berbeda dari leher botol populasi juga dapat terjadi apabila sekelompok kecil individu secara reproduktif terpisah dari populasi utama. Hal ini disebut sebagai efek pendiri.
Kasus mengecilnya ukuran tubuh manusia dari era Nabi Adam hingga sekarang akibat Genetic bottleneck atau Leher botol populasi, disebut sebagai sebuah kemacetan populasi atau kemacetan genetik.
Kemacetan populasi menurut wikipedia adalah: pengurangan tajam dalam ukuran populasi karena peristiwa lingkungan seperti kelaparan, gempa bumi, banjir, kebakaran, penyakit , dan kekeringan; atau aktivitas manusia seperti pembunuhan, kekerasan yang meluas atau pemusnahan yang disengaja, dan perencanaan populasi manusia.
Peristiwa semacam itu dapat mengurangi variasi dalam kumpulan gen suatu populasi; setelah itu, populasi yang lebih kecil, dengan keragaman genetik yang lebih kecil, tetap mewariskan gen ke generasi mendatang melalui reproduksi seksual. Keragaman genetik tetap rendah, meningkat hanya ketika aliran gen dari populasi lain terjadi atau sangat lambat meningkat seiring waktu karena mutasi acak terjadi.
Hal ini menghasilkan pengurangan ketahanan populasi dan kemampuannya untuk beradaptasi dan bertahan hidup dengan memilih perubahan lingkungan, seperti perubahan iklim atau pergeseran sumber daya yang tersedia. Atau, jika yang selamat dari kemacetan adalah individu dengan kebugaran genetik terbesar, frekuensi gen yang lebih bugar dalam kumpulan gen meningkat, sementara kumpulan itu sendiri berkurang.
Peradaban Palestina-Israel dalam Linimasa, Masa Abraham hingga Nabi Muhammad (1)
18 Fakta Menarik Masjidilharam
Katedral Santa Maria del Fiore, Gaya Arsitektur Gotik Akhir menuju Era Renaisans
Kedatuan Bayat Klaten dalam Sejarah Geologi, Pusat Spiritual dan Inisiasi Industri, Bagian Metroplex Kuno (1)
Mengenal Status Konservasi Spesies (EX, EW, CR, EN, VU, NT, LC, DD, NE)
Rekomendasi
-
Kedaulatan Digital Adalah Keniscayaan, Bukan Hanya Drama
19 Juli 2022, 10:27 WIB -
Nuklir Membawa Harapan Baru untuk Kehidupan di Planet Bumi
17 Juli 2022, 18:52 WIB -
Cara Belajar Efektif dan Efisien
14 Juli 2022, 00:58 WIB -
Sementara Gugatan PT 0% Berakhir, Akankah Muncul Gugatan Baru Selanjutnya
9 Juli 2022, 17:42 WIB -
14 Isu Krusial RUU KUHP, “Matinya” Fungsi Kontrol Kekuasaan dari Narasi Feodalisme
7 Juli 2022, 13:53 WIB -
32 Daftar Timnas Piala Dunia 2022 Qatar, Grup E dan H Bagai Neraka
16 Juni 2022, 09:35 WIB -
Mobil Listrik, Kelebihan dan Kekurangan Menyambut Transformasi Energi
4 Juni 2022, 10:12 WIB -
Kemunduran Attitude, di Tengah Masifnya Pendidikan Karakter
8 Mei 2022, 14:37 WIB -
Bullying, Pengertian dan Dampaknya (1)
18 Juni 2022, 16:19 WIB -
Internet Positif, Korelasi Netizen Journalism dan Pengaruh Buruk Medsos
25 November 2021, 22:56 WIB -
Gelar Vaksinasi Massal, Polres Tanggamus Bagikan Minyak Goreng dan Beras
21 Maret 2022, 19:16 WIB -
Ayam “Trondol” Tanpa Bulu, Diagnosa Keswan hingga PRG
16 Juli 2022, 18:38 WIB -
Prabowo Teratas, Survei Elektabilitas LSI
23 April 2022, 13:06 WIB