Mencetak Petani Milenial

Setelah itu lanjut metik kacang panjang. Tak terasa waktu bergulir, sampai terik matahari memanggang wajah sampai 'mining-mining'

30 Juni 2022, 08:13 WIB

Nusantarapedia.net, Galeri | Potret Sosial, AfirmasiMencetak Petani Milenial - Liburanku, ke Sawah Aja

“Di sini, kami bukanlah petani dengan lahan berhektar-hektar. Kami hanyalah bagian kecil dari buruh tani yang mengolah lahan yang bukan milik sendiri.”

“Buk, liburan ajeng teng pundi?”

Mengingat mulai hari Senin kemarin sudah mulai libur, kadang ada pertanyaan dari anak-anak, terutama yang gede.

“Liburan kita ke sawah aja, ya, Mas.”

Aku jawab seperti itu. Mengingat banyak kerjaan yang harus diselesaikan di sawah. Alhamdulillah, kebetulan juga lagi panen tipis-tipis. Seberapa pun perlu disyukuri karena itu merupakan rejeki dari Allah.

Untuk kali ini panen palawija yang berupa kacang panjang dan timun baby (timun dengan bentuk mini dan memang harus di panen saat masih kecil).

Untuk aku yang sehari-harinya kebanyakan hanya di rumah saja, pergi ke sawah merupakan hiburan tersendiri. Anggap saja merefresh otak karena saat kita ke sawah akan melihat pemandangan yang menyegarkan mata dan juga pikiran. Melihat ada beberapa lahan tanaman padi yang mulai mengguning dan melihat hijaunya tanaman lain.

Berangkat dari rumah sekitar jam tujuh pagi, udara masih sejuk tanpa polusi. Pertama, kerjaan yang dilakukan adalah memetik timun. Setelah itu lanjut metik kacang panjang. Tak terasa waktu bergulir, sampai terik matahari memanggang wajah sampai ‘mining-mining’ (istilah jawa_nya). Kerjaan selesai jam sebelas siang. Hasil panen langsung dibawa ke pedagang yang kebetulan ada di desa sebelah.

Di tengah terik matahari, ada angin yang berembus sepoi. Memberi efek kesegaran dan membuat mata ingin terpejam, saat leyeh-leyeh di bawah rimbunnya tanaman hijau.

Kebetulan dari lokasi sawah sini, kita bisa melihat beberapa gunung yang mengelilingi kota Magelang, di antaranya yaitu Sumbing, Sindoro, Merbabu, Merapi, Andong dan Telomoyo. Penampakan yang terbesar adalah Gunung Sumbing. Kesemuanya terlihat menjulang dan nampak indah. Melihat semua pemandangan indah yang tersaji, merupakan kenikmatan tak terbantahkan dan merupakan kebesaran Allah yang menciptakan.

Panen palawija ini, lumayan menjadi angin segar, sementara di tempat yang lain ada kabar lahan padi yang ambruk karena beberapa hari yang lalu hujan disertai angin terus-menerus. Sementara kondisi padi masih hijau, jadi belum siap untuk dipanen. Masih menunggu beberapa hari lagi untuk siap panen.

Di sini, kami bukanlah petani dengan lahan berhektar-hektar. Kami hanyalah bagian kecil dari buruh tani yang mengolah lahan yang bukan milik sendiri. Namun, meski jumlah panenan belum banyak, semoga berkah dan manfaat untuk semua. Menjadi rejeki yang lumintu (terus-menerus). Aamiin ya Allah.

Magelang, 30-06-2022 | sebuah catatan diakhir bulan Juni

Foto: ©2022/MundySae/Npj

Tentang Jodoh
Pesan Rindu
Menu Hari Ini
Resep Rempeyek dan Sejarahnya
Transformasi Pertanian Subsisten Menuju Kapitalisasi Industri Pertanian Mandiri
Menakar Kekuatan Rakyat dan Kebijakan Pemerintah dalam Isu Global Krisis Pangan (1)
Arah Gula Nasional, dari Raja Gula, Swasembada dan Impor
Merapi Merbabu, Vespa 80 dan Sawah Lestari
Betty dan Cokky

Terkait

Rekomendasi

Terkini