Sang Patriot dan Pengkhianat Bangsa
Para pengkhianat akan menghalalkan segala cara, rela membunuh rekan dan bahkan saudaranya sendiri sekalipun.
Nusantarapedia.net, Jurnal | Sosbud — Sang Patriot dan Pengkhianat Bangsa
Oleh: Dr. BRM. Kusumo Putro, SH. MH.
“Inilah fakta sejarah, mengapa bangsa kita terjajah dalam kurun waktu yang sangat lama, pengkhianat bangsa akan selalu ada di balik kebutuhan materi harta dan benda serta iming-iming kursi jabatan.”

Foto seorang pejuang yang tertangkap dan menjadi tawanan pasukan Belanda, tampak kedua tangan terikat dengan tali, namun tatapan matanya tajam dan tak sedikitpun menunjukkan rasa takut, walaupun nyawanya akan segera terpisah dari tubuhnya.
Sementara di depan sang pejuang adalah seorang pengkhianat bangsa, antek penjajah Belanda. Dua orang satu bangsa sedang beradu argumen.
Tentunya dengan sudut pandang yang berbeda, sang pejuang dengan semangat dan tekad serta prinsip membela tanah air, ingin terlepas dari belenggu penjajahan.
Sementara si pengkhianat merasa puas menjadi antek dan kaki tangan penjajah, yang penting hidupnya dijamin oleh penjajah.
Dan, yang lebih miris lihatlah di belakang mereka, para penjajah tertawa lepas atas keberhasilannya melaksanakan politik “devide et impera“
Inilah fakta sejarah, mengapa bangsa kita terjajah dalam kurun waktu yang sangat lama, pengkhianat bangsa akan selalu ada di balik kebutuhan materi harta dan benda serta iming-iming kursi jabatan.
Para pengkhianat akan menghalalkan segala cara, rela membunuh rekan dan bahkan saudaranya sendiri sekalipun.
Pengkhianat bangsa selalu ada hingga saat ini, mereka adalah pribadi maupun kelompok yang menginginkan bangsa ini porak poranda. Keutuhan dan persatuan antar anak bangsa luluh lantak menjadi saling membenci dan saling curiga dengan berbagai cara mereka lakukan, seperti menyebar isu dan kebencian untuk saling menjatuhkan dan menghancurkan.
Pengkhianat bangsa tidak akan peduli kepada siapapun termasuk kepada negara dan bangsanya sendiri walau hancur sekalipun, karena yang penting bagi mereka adalah kehidupan dan perut mereka sendiri, dan mereka akan selalu bersorak sorai atas apa yang dilakukan, serta menari-nari di atas penderitaan orang lain. Karena mereka adalah manusia-manusia yang tidak punya hati nurani dan perasaan.
Pengkhianat bangsa adalah mereka-mereka yang anti kedamaian, kerukunan dan ketentraman untuk bangsa dan negaranya sendiri karna konflik adalah target utamanya. Dan, dari konflik itulah keuntungan besar akan diperolehnya.
Sementara Sang Patriot adalah mereka yang siap berkorban apapun demi keutuhan, persatuan dan kesatuan serta kedamaian bangsa dan negaranya.
Pengkhianat bangsa adalah iblis yang berujud manusia!!!
Mendulang Keteladanan Pahlawan, Semboyan “Merdeka atau Mati” hingga “Tiji-Tibeh” dalam Aktualisasi Modern
Pertempuran Surabaya dalam Peristiwa 10 November, Mempengaruhi Opini Dunia
Bangunan Monumen Sebagai Living Monument, Penjaga Keluhuran Nilai Sejarah
Keroncong Perjuangan, antara Cinta dan Medan Pertempuran
Kontradiksi Nilai Kepahlawanan Sejarah Nusantara dengan Strategi Usang Pemilu
Belanda Bagian Leluhur Nusantara, namun Harga Mati Penghapusan Penjajahan
Nasi Liwet, Kuliner Legend Siap Jadi Ikon Kota Solo
Tradisi Nyumbang, Benteng Sosial Bagi Masyarakat
Rekomendasi
-
Harga Pangan Update, Cek Harga di Semua Jenis Pasar Sekitarmu Sampai Hari Raya Idul Adha
10 Juni 2022, 10:29 WIB -
Legislator: Bantu dan Dorong UMKM Agar Berkembang, Keharusan Pemerintah
9 Juni 2022, 08:38 WIB -
Presiden Jokowi: Pembangunan Industri Baterai Listrik Terintegrasi Dimulai
9 Juni 2022, 08:01 WIB -
Legislator Pertanyakan Stabilitas Harga Minyak Goreng
8 Juni 2022, 09:36 WIB -
Aktualisasi Semangat Kebangkitan Nasional Indonesia Sebagai Substansi Bukan Sensasi
20 Mei 2022, 23:35 WIB -
Anggaran Pemilu 2024 Rp.76 Triliun
18 Mei 2022, 08:54 WIB -
Yang ber-Otak Tak Bakal Mengekor
9 Mei 2022, 12:40 WIB -
Kemunduran Attitude, di Tengah Masifnya Pendidikan Karakter
8 Mei 2022, 14:37 WIB -
Moral Clarity dan Etika Politik Poros Intelektual
6 Mei 2022, 21:52 WIB -
Zinidin Zidan, Kena Mental dan Dramaturgi
3 Mei 2022, 22:45 WIB -
Konstruksi Kerajaan di Jawa, Bangun-Hancur-Pindah (1)
16 April 2022, 20:31 WIB -
Perempuan, Sosok Penanggung Hutang
11 April 2022, 07:39 WIB -
Candi Merak, Jejak Peradaban Hindu di Klaten
2 Maret 2022, 16:38 WIB -
Mobil Listrik, Kelebihan dan Kekurangan Menyambut Transformasi Energi
4 Juni 2022, 10:12 WIB -
Transformasi Pertanian Subsisten Menuju Kapitalisasi Industri Pertanian Mandiri
21 November 2021, 04:59 WIB -
Silaturahmi Pengadilan Negeri Cikarang Bersama Rekan-Rekan Media
28 April 2022, 08:14 WIB